Posterous theme by Cory Watilo

Run

Packer_run

Berlari merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Meningkatkan kesehatan adalah salah satu efek yang didapatkan dari kegiatan berlari pagi yang rutin dilakukan. Lari merupakan suatu kegiatan yang murah dan mudah dilakukan. Tapi tetap saja banyak orang yang tidak melakukannya. Saya salah satunya. Padahal saya sudah tahu manfaat baiknya.

Bagi saya, akibat dari berlari seperti jantung yang berdetak semakin cepat, dada yang nyut-nyutan, nafas yang pendek-pendek dalam ritme yang cepat sangatlah menyiksa saya. Belum lagi badan yang jadi pegal gara-gara lari. Hal inilah yang menyebabkan saya tidak terlalu suka berlari.

Tapi ada satu kejadian yang membuat saya tersadar akan hal ini. Kecelakaan. Saya mengalami sebuah kecelakaan yang membuat kaki saya patah (saya sudah pernah menuliskan kecelakaan yang saya alami di blog ini). Gara-gara hal ini, saya jadi menyadari betapa susahnya saya berlari ketika kaki saya patah seperti ini. Dalam hati saya menyesal akan sikap saya beberapa bulan lalu ketika kaki saya masih normal, tetapi saya tidak mau memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal yang berguna seperti berlari contohnya. Kini saat saya ingin berlari, ternyata saya terhalang dengan keadaan saya yang seperti ini.

Pikiran saya mulai berlari ke mana-mana, mencoba merangkum berbagai fase kehidupan yang saya alami. Dan sekali lagi saya menemukan alasan mengapa berlari itu perlu. Tidak hanya berlari pagi, tetapi juga berlari dalam kehidupan.

Seperti yang kita ketahui, perkembangan dunia ini terjadi sangat cepat terutama di era globalisasi ini. Jika kita tidak memacu diri untuk 'berlari', maka bagaimana bisa kita menjadi bagian dari perkembangan dunia ini? Oleh karena itu, kita perlu memacu diri untuk berlari agar tidak ketinggalan dengan yang lain.

Berlari ke arah positif memang suatu kewajiban agar dapat berhasil dalam kehidupan. Tetapi janganlah berlari dari masalah karena hal ini sangat merugikan. Tidak ada untungnya lari dari masalah. Hal itu akan menyebabkan diri kita menyalahkan keadaan, mengasihani diri sendiri, gagal bangkit, dan tidak mengalami pendewasaan. Lagipula masalah tidak akan selesai jika kita lari darinya. Masalah datang untuk diselesaikan agar bisa membuat diri kita lebih dewasa.

Dalam keadaan hidup yang ditimpa banyak masalah, terkadang akan membuat kita merasa sulit untuk berlari. Sama halnya dengan berlari ketika kaki patah. Tetapi walaupun sulit, hal itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Banyak contoh orang-orang hebat yang dikenal atas prestasinya yang dapat menari dalam keadaan cacat! Meski menggunakan tongkat, orang tersebut tetap bisa menampilkan suatu tarian yang enerjik dan indah bukan main. Terbukti bahwa berlari ketika kaki patah bukanlah hal yang mustahil, dalam kasus ini lebih tepat jika disebut menari ketika kaki patah. Nah, berlari ketika kaki patah ini juga tidak mustahil jika diaplikasikan dalam kehidupan! Dengan usaha, keyakinan, dan kegigihan untuk tidak pernah menyerah pada keadaan, insya Allah kita akan terus menempa diri untuk terus berlari secara positif dalam kehidupan.. :D

Powered by Telkomsel BlackBerry®

They Inspire Me!

Ini merupakan artikel pertama yang saya tulis di tahun 2011 ini. Biasanya ketika memasuki tahun baru, kita akan menuliskan resolusi-resolusi yang akan dilakukan di tahun baru tersebut agar menjadi jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Nah, saya di sini tidak menuliskan resolusi-resolusi saya, melainkan menuliskan kata-kata bijak yang dapat terus menginspirasi saya untuk tetap konsisten pada resolusi yang telah saya rancang.

Img00032-20110113-1636

1.       Don’t ask what your country can do for you, ask what you can do for your country.

Sebagai seorang manusia, secara sadar maupun tidak sadar, kita sering sekali mengeluh dan menjadikan sesuatu sebagai kambing hitam atas segala keadaan buruk yang terjadi dalam hidup kita. Manusiawi memang menuntut sesuatu. Tapi coba bayangkan jika setiap orang menggunakan haknya untuk menuntut, lalu siapa yang akan mengabulkan tuntutan itu? Terlebih lagi jika hal ini menyangkut negara. Sudah banyak sekali kasus yang terjadi di negara kita, mulai dari politik hingga sosial. Jika kita sebagai generasi muda hanya menyalahkan pemerintah yang sekarang, maka tidak akan terjadi perubahan apa-apa. Generasi muda itu sangat dinamis, tidak hanya menuntut dan menyalahkan, tetapi lebih cenderung melakukan suatu tindakan nyata yang memberi kontribusi positif bagi negara. Jadi mulai dari sekarang, mari menentukan tujuan kita dalam jangka panjang yang dapat memberikan sumbangan positif bagi Indonesia. Lalu mulailah menentukan langkah-langkah kecil yang harus dilakukan untuk mencapai rencana jangka panjang tersebut.

2.       Do what you love and love what you do.

Setelah menetapkan tujuan yang akan dicapai dan merancang langkah-langkah kecil, sekarang adalah saatnya untuk melakukan satu per satu rencana yang telah dirancang. Lakukanlah hal-hal yang kamu cintai dan cintailah apa yang kamu lakukan. Karena dengan begitu kamu akan nyaman dan ikhlas dalam menjalaninya. Semua yang kaulakukan akan terasa ringan dan mudah sehingga kamu bisa lebih total dalam menjalankan langkah-langkah tersebut. Ada pepatah yang mengatakan, “Orang jenius bisa dikalahkan oleh orang yang rajin, dan orang yang rajin dapat dikalahkan oleh orang yang mencintai apa yang dilakukannya.”  

3.       I’m not trying to do something different, I’m trying to do the same thing in a different way.

Di masa lalu, setiap orang pasti sudah mempunyai rencana-rencana. Setelah berusaha untuk mewujudkannya, ada beberapa rencana yang terpenuhi namun ada juga yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, kita perlu melakukan evaluasi dan menyelidiki mengapa rencana yang dibuat masih ada yang belum terpenuhi. Setelah mengevaluasinya, kita perlu melakukan perubahan. PERUBAHAN sangatlah penting karena kita sebagai manusia dituntut untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Think out of the box. Kalau dulu kita telah melakukan langkah A untuk mencapai tujuan namun belum berhasil, maka sekarang lakukan langkah B untuk mencapainya. Melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda adalah salah satu kuncinya. Jadi jangan takut terhadap perubahan karena satu-satunya hal konstan dalam hidup adalah perubahan itu sendiri.

4.       Jangan pernah kalah dengan keadaan.

Gagal dan jatuh merupakan hal yang sering dirasakan oleh manusia. Bahkan gagal dan jatuh ini adalah pelajaran wajib dalam kehidupan. Setiap orang pasti merasakannya lewat berbagai kejadian yang berbeda. Mengapa manusia perlu merasakannya? Yaitu agar kita mengetahui bahwa hidup terkadang nikmat namun terkadang juga pahit, agar kita juga merasakan keadaan orang-orang yang merasakan kepahitan, agar kita lebih bersyukur ketika berada dalam kenikmatan, dan agar kita tidak mengeluh ketika merasakan pahit karena tidak hanya diri kita yang merasakannya. Namun jangan jadikan kejatuhan dan kegagalan menjadi ajang untuk mengasihani diri sendiri dan membiarkan diri kita untuk terus terpuruk. Jika jatuh, maka kita harus segera bangkit agar tidak semakin terinjak-injak. Seberapa pun pahitnya keadaan yang kita alami, jangan biarkan dirimu kalah dengan keadaan tersebut karena sesungguhnya keadaan tersebut adalah media pembelajaran yang menguji kekuatan kita. Dengan tidak kalah dari keadaan, maka kita akan menjadikan diri kita lebih kuat dari sebelumnya.

5.       After a hurricanne comes a rainbow.

Intinya masih sama dengan quote sebelumnya, yaitu kita harus yakin bahwa setelah badai pasti datanglah pelangi. Seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Jadi sesusah apapun tantangan hidup yang kita hadapi, jangan berhenti melangkah. Teruskan perjuanganmu dengan sebuah keyakinan bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan. Jangan pernah sedikitpun meragukan hal tersebut karena what you think is what you get.

6.       If you can dream it, you can achieve it.

Jangan pernah takut bermimpi. Karena jika kamu mampu memimpikannya maka kamu mampu mewujudkannya. Tentunya keyakinan tersebut haruslah didukung dengan langkah-langkah nyata untuk mencapai mimpi-mimpi yang pernah terlintas. Jika kau memimpikan sesuatu, lalu suatu saat ada kesempatan yang mengantarkanmu untuk mencapai mimpi itu, maka janganlah berpikir dua kali untuk mengambil kesempatan itu. Jangan melewatkan kesempatan tersebut, karena ketika sebuah kesempatan hadir di hadapanmu, maka Allah telah yakin bahwa kau akan mampu untuk mengambil dan menjalani kesempatan itu.  Percaya diri itu perlu. So, believe in yourself that you can achieve your goals because your dreams today are something that will happen tomorrow.

 

Film Neorealisme

Beberapa tahun terakhir ini saya lebih cenderung menonton film-film produksi Hollywood yang berhasil membuat saya terpukau, baik dari aktor dan aktris yang membintanginya, jalan ceritanya yang fun atau menegangkan, maupun dari teknologi yang digunakan dalam film tersebut. Film-film Hollywood ini benar-benar membuat saya ‘ketagihan’. Maklum, bioskop Indonesia cenderung dihiasi oleh film-film Hollywood kan?

Namun beberapa minggu yang lalu saya menonton kembali film Children of Heaven dan Baran. Kedua film tersebut merupakan karya dari seorang sutradara dari Iran. Dan setelah menonton keduanya, saya menjadi tersadarkan akan sesuatu. Ya, saya baru sadar bahwa kedua film ini jelas sangat berbeda dengan film-film yang saya tonton beberapa tahun terakhir ini.

Coh

 

Baran-poster

Kedua film tersebut mengangkat sebuah tema yang sangat sederhana. Film Children of Heaven mengangkat tema: sepatu. Sebuah tema yang sangat sederhana bukan? Sebuah ide mengenai sepatu dapat dituangkan menjadi sebuah film. Sedangkan Baran mengangkat tema cinta yang juga sederhana dan tidak berbelit-belit. Namun semua kesederhanaan tersebut dikemas dengan sangat cantik dan indah.

Tokoh utama wanita di film Baran, yaitu yang memerankan Baran, sama sekali tidak mengeluarkan suara dalam film tersebut karena suara seorang wanita dewasa di Iran dianggap sebagai aurat. Bisa dibayangkan, bagaimana mungkin seorang tokoh utama yang memegang kunci jalannya cerita malah tidak berdialog sama sekali? Tetapi hal ini tidaklah membuat penonton tidak memahami jalan cerita film tersebut. Justru di sinilah letak kepiawaian sang sutradara diuji. Butuh kekreatifitasan tingkat tinggi untuk membuat film yang dapat dipahami meskipun tanpa dialog tokoh utama. Sang sutradara mengungkapkan jalan cerita secara utuh melalui cara-cara lain yang indah sehingga esensi seni dalam film tersebut sangat terasa.

Baik Children of Heaven maupun Baran, keduanya terlihat sangat natural. Latar yang digambarkan dalam film merupakan keadaan asli yang terjadi. Selain itu yang memerankan tokoh-tokoh di dalam film bukan merupakan aktor ataupun aktris profesional, melainkan orang-orang yang dalam kehidupan pribadinya berkecimpung dalam bidang yang sedang difilmkan tersebut. Misalnya dalam film Baran, yang memerankan tokoh-tokoh di dalam film adalah kaum buruh asli. Mengapa? Karena sang sutradara berpendapat bahwa sehebat-hebatnya aktor maupun aktris, mereka tetap bukanlah orang yang benar-benar mengalami kejadian yang difilmkan sehingga penjiwaan tokoh kurang maksimal. Oleh karena yang membintangi bukanlah aktor atau aktris, tidak mengherankan bahwa akting mereka terlihat agak kaku di dalam film tersebut, namun penghayatan dan penjiwaannya maksimal. Inilah salah satu ciri dari aliran neorealisme yang dianut oleh dunia perfilman di Iran. Aliran ini berasal dari Italia.

Sisi-sisi kemanusiaan adalah aspek yang disentuh oleh kedua film ini. Tema film yang sederhana, cara penyajian yang indah, dan cara penyampaian yang natural dan sesuai kenyataan membuat film sangat mudah menyentuh sisi-sisi kemanusiaan kita. Saya saja yang melihat kedua film tersebut langsung ingin meneteskan air mata ketika melihat adegan-adegan tertentu yang manis menyentuh hati. Karena lebih mudah menyentuh perasaan, maka menurut saya film seperti inilah yang cocok digunakan sebagai media pendidikan.

 

It was an accident

Selama ini kukira hal ini hanya terjadi di dalam film-film action atau di dalam novel. Oleh karena itu, aku pun tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi padaku. Tapi kenyataannya tepat seminggu yang lalu aku mengalaminya.

Hari itu aku seharusnya ada kelas jam 3 sore. Tapi karena kecapekan, aku tertidur. Ketika aku bangun, aku sangat kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 14.55. Itu berarti kurang lima menit lagi kelas bahasa Inggrisku akan dimulai dan aku masih baru di asrama. Secepat kilat aku mempersiapkan diri. Lalu kucek Hpku. Ternyata ada pesan masuk dari sahabat dekatku yang biasanya pergi ke kampus bersamaku. “Sudah berangkat, Deb?” begitulah isi sms nya.

Cepat-cepat kubalas, “Belum. Aku baru bangun nih. Hiks. Kamu di mana?” Aku sangat berharap temanku ini juga masih di asrama dan bersedia menungguku. Ya alasannya adalah agar ada yang menemaniku terlambat. Hehehe.

Lalu datang balasan darinya. “Ya sudah. Cepat siap-siap gih. Kutunggu.” Aku sangat bersyukur ternyata temanku masih di asrama dan dia bersedia menungguku. Paling tidak aku bukanlah satu-satunya orang yang terlambat.

Dalam waktu singkat aku pun sudah siap dan menuju ke minimarket asrama, tempat di mana temanku biasa menungguku. Di sana, terlihatlah ia menungguku sambil duduk membaca buku bahasa Inggris yang akan kami pelajari nanti.

“Yuk,” ujarku. 

Kami berdua pun berangkat dengan mengendarai motorku. Karena kami sudah terlambat, aku pun menaikkan kecepatan motorku agar tidak terlalu banyak lagi waktu yang terbuang.

Namun di perempatan jalan, tepatnya di depan gerbang utama Universitas, kejadian nahas itu menimpa kami. Sebuah mobil pick up memotong jalanku. Aku yang terkejut pun segera mengerem motor. Namun kecepatan yang terlalu tinggi dan rem motor yang tidak bekerja dengan baik membuatku sudah memprediksikan bahwa motor yang kami kendarai tidak mampu berhenti. Dan benar saja. Aku hanya bisa pasrah ketika motorku bertumbukan dengan body mobil pick up.

Untuk beberapa saat aku tidak berani membuka mata dan melihat kenyataan. Yang kutahu dan kurasakan hanyalah badanku yang sedikit terlempar ke depan, namun kakiku tersangkut sepeda motor dan ketika motorku jatuh kakikupun terjepit dan tertimpa motor.

Picture0007

Aku tidak merasakan sakit di bagian lain tubuhku kecuali di kaki kananku yang tertimpa motor. Rasa sakitnya membuatku takut untuk bergerak. Aku takut jika aku bergerak, maka rasa sakitnya akan bertambah.

Lalu beberapa detik kemudian ada orang yang mengangkat tubuhku. Ya, beberapa orang menolongku dan meminggirkanku. Banyak pertanyaan yang terlontar dari orang-orang sekitar yang menolongku. Aku tidak seberapa menghiraukan mereka. Yang kutahu hanyalah kaki kananku sangatlah lentur.

Yang aku khawatirkan adalah teman yang kubonceng. Bagaimana keadaannya. Aku sangat bersyukur ternyata dia masih bisa berdiri. Lalu aku tersenyum padanya. Tapi wajahnya memancarkan kekhawatiran karena aku tidak bisa berdiri.

Setelah dibawa ke rumah sakit, akhirnya diketahui bahwa tulang kaki dari jari keduaku putus. Tapi hal itu tidaklah parah. Kata dokter, tulangku akan kembali tersambung secara alami setelah satu bulan. Akhirnya sekarang kakiku digips dan untuk sementara ini aku berjalan menggunakan bantuan tongkat dulu.

Bagiku ini adalah pengalaman baru di mana aku benar-benar mengalami aplikasi dari hukum fisika “Impuls dan Momentum” saat motor yang kukendarai bertumbukan dengan mobil pick up tersebut. Hahaha.

Pelajaran yang dapat diambil adalah: Hati-hati. Ya, rem kendaraan harus bisa berfungsi dengan baik. Karena riset membuktikan bahwa 70% kecelakaan terjadi karena rem kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, jika ada yang tidak beres dengan kendaraanmu, jangan tunda waktu lagi untuk membereskannya. 

Modernisasi yang Tak Terkendali

Sejak abad pertengahan, ilmu pengetahuan berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai ilmuwan seperti Copernicus, Galileo Galilei, dll. Penemuan-penemuan besar yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan tersebut memacu manusia untuk semakin mendalami ilmu pengetahuan. Akhirnya penemuan-penemuan baru pun mulai bermunculan. Hal ini tentunya merubah kehidupan manusia sedikit demi sedikit. Sumbangan kemajuan ilmu pengetahuan membuat kehidupan manusia lebih maju dari sebelumnya.

Dalam kehidupan manusia terdapat saat-saat tertentu di mana manusia mengalami kemajuan dalam peradabannya dibandingkan dengan peradaban sebelumnya. Dalam uraian bab sebelumnya dijelaskan bahwa pengertian modernisasi adalah perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern kepada masyarakat modern. Dengan kata lain, manusia selalu mengalami modernisasi seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan.

Awal mula modernisasi ditandai dengan Revolusi Industri di Inggris pada tahun 1863. Hal ini dikarenakan kemajuan ilmu pengetahuan sehingga manusia mulai menggunakan alat atau mesin untuk menunjang kehidupannya. Tenaga manusia mulai tergantikan oleh tenaga mesin. Tentunya pola kehidupan dan budaya masyarakat pada saat itu mulai berubah, termasuk dalam hal tata ruang kota. Konstruksi dan desain bangunan pun mulai berubah sejak ditemukannya material baja, beton, dan kaca. Pemukiman masyrakat mulai beralih dari bangunan yang bermotif klasik menjadi bangunan yang lebih kental seni dan minimalis serta idealis.

Masa modernisasi awal berlangsung mulai tahun 1890 hingga 1910. Masa ini ditandai dengan pembangunan fasilitas umum seperti stasiun kereta api, kantor, hotel, dsb. Masa modern awal merupakan awal dari berkembangnya industrialisasi sehingga tata ruang kota pada saat itu sangat dipengaruhi oleh industri. Masyarakat berbondong-bondong pindah (melakukan urbanisasi) ke kawasan industri dan menjadi buruh pabrik. Lalu mereka menetap di pemukiman sekitar kawasan industri tersebut. Karena pemukiman di sekitar kawasan industri dihuni oleh buruh pabrik yang pada umumnya merupakan golongan orang-orang dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah, maka pemukiman di kota pada saat itu merupakan pemukiman kumuh. Sedangkan rumah-rumah mewah dibangun di kawasan pinggiran kota. Begitulah imej kota dalam tata ruang pada masa modernisasi awal.

Modernisasi tidak berhenti sampai disini. Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat hingga memunculkan penemuan-penemuan baru yang semakin menunjang kemajuan teknologi. Perkembangan yang pesat dalam teknologi informasi ini membuat modernisasi berkembang semakin pesat pula. Manusia pun memasuki era globalisasi di mana kemajuan teknologi informasi seakan membuat dunia ini satu, tidak ada batas antar negara satu dengan negara lainnya. Kebudayaan asing pun semakin mudah masuk ke suatu negara, termasuk Indonesia.

Jakarta211
Jakarta sebagai ibukota Indonesia merupakan salah satu kota besar yang mengalami modernisasi. Hal ini tampak dari berbagai pembangunan yang gencar dilaksanakan oleh pemerintah di daerah tersebut. Jalan tol, gedung-gedung, rumah penduduk, pusat perbelanjaan, dll yang sering kali dijumpai di Jakarta merupakan bukti nyata modernisasi yang terjadi. Modernisasi ini membuat gaya hidup penduduk Jakarta cenderung berubah. Dulu ketika masih tradisional, warga sering menghabiskan waktu mereka bersama keluarga untuk bersahabat dengan alam. Namun seiring dengan maraknya pembangunan pusat perbelanjaan dan tempat-tempat hiburan lain, masyarakat pun mulai senang mendatangi tempat-tempat tersebut.

Karena urbanisasi, penduduk di kota Jakarta semakin bertambah dari waktu ke waktu sehingga Jakarta pun semakin padat. Oleh karena itu, pembangunan pemukiman penduduk marak dilaksanakan. Selain itu, pembangunan gedung-gedung, baik gedung perkantoran, hotel, maupun mall menghiasi tata ruang Jakarta ini. Untuk mengatasi kemacetan yang merupakan problema utama Jakarta di bidang transportasi, maka pembangunan jalan tol pun juga marak dilaksanakan. Hal ini semakin membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta berkurang.

Menurut Undang-Undang yang berlaku, Jakarta seharusnya memiliki RTH minimal sebesar 30% dari luas daerahnya agar dapat menyelamatkan lingkungan Jakarta. Namun kenyataannya pada tahun 2010 ini jumlah RTH di Jakarta hanya sekitar 8%, jauh di bawah batas minimal yang telah ditentukan. Tidak mengherankan apabila Jakarta sering dilanda banjir walaupun hujan hanya turun sebentar dikarenakan minimnya daerah resapan air. Selain itu, berbagai bencana seperti amblesnya jalan, penurunan permukaan tanah, banjir dan lain sebagainya juga melanda kota Jakarta.

Dampak industrialisasi juga tidak luput dirasakan oleh lingkungan dan penduduk. Asap pabrik maupun limbah pabrik juga menyebabkan polusi yang dapat mengancam lingkungan.

Karena Jakarta merupakan kota yang multifungsi, di mana segala kegiatan seperti pemerintahan, perdagangan, industri, dan pariwisata berpusat di sini, maka kerusakan yang terjadi di Jakarta semakin parah. Modernisasi yang diwujudkan dalam pembangunan di segala bidang yang tidak terkendali seperti ini tentunya membawa dampak buruk bagi lingkungan. Ketidakseimbangan lingkungan akan menyebabkan ketidakseimbangan kehidupan keanekaragaman hayati yang ada di Jakarta sendiri. Hal ini tentunya akan berdampak pada kehidupan manusia di masa yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Modernisasi boleh saja dilaksanakan. Akan tetapi, modernisasi hendaknya tetap memerhatikan lingkungan. Peraturan yang ada hendaknya dipatuhi demi kebaikan lingkungan. Pemerintah dan masyarakat sebaiknya bekerja sama untuk melakukan kontrol terhadap pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Get Up When You Fall

New-1
Siapa sih yang nggak bangga saat berhasil mewujudkan goal kita? Rasa bahagia, bangga, dan puas pasti akan bergabung menjadi satu saat itu karena usaha yang selama ini kita lakukan telah terbayar sudah. Tapi sebenarnya masih ada satu tugas lagi yang perlu kita lakukan setelah berhasil mewujudkan mimpi kita, yaitu mempertahankannya. Ada pepatah yang bilang bahwa mempertahankan itu jauh lebih sulit daripada meraih hal tersebut.

Menurut kacamata saya, saya setuju dengan pepatah itu karena ketika kita sudah termasuk sebagai orang ‘berhasil’, maka beban di pundak kita akan terasa semakin berat. Setiap akan melakukan sesuatu kita akan berpikir, “Apakah hal yang akan aku lakukan ini benar?” atau “Apakah aku bisa mempertahankan apa yang telah aku dapatkan?” Dan beban kita akan terasa lebih berat karena kita takut orang lain berpikir negatif tentang diri kita, atau dengan kalimat lain kita takut orang lain menganggap kita gagal mempertahankan apa yang telah kita capai.

Karena pikiran-pikiran seperti itu melintas di pikiran kita hampir setiap saat, maka nggak heran kalau ternyata suatu saat kita benar-benar gagal. Perlu kita ketahui bahwa di dunia ini berlaku Law of Attraction. What you think is what you get. Jadi kalau kita hampir selalu ragu-ragu atau bahkan berpikiran negatif dalam melakukan setiap pekerjaan, sama artinya dengan kita menginginkan hal negatif itu terjadi.

Setelah menjadi orang yang ‘berhasil’, lalu tiba-tiba jatuh. Nggak jarang kita memaki dan menyalahkan diri kita atas kegagalan yang kita alami. Karena kita berpikir bahwa kita adalah orang yang gagal, maka otak pun akan merekam hal tersebut. Lalu molekul-molekul di otak akan menstimulasi syaraf-syaraf tubuh kita untuk menunjukkan bahwa diri kita memang gagal. Bukannya bangkit dari kegagalan, kita malah jatuh lebih dalam lagi. Kepercayaan diri kita pun perlahan terkikis sehingga kita pun mulai takut untuk melangkah. Kesempatan demi kesempatan yang melintas di depan kita pun terlewat dengan percuma. Lantas kalau sudah seperti ini, bagaimana mungkin kita bisa bangkit?

Sebenarnya ada satu hal mendasar yang perlu ditanamkan dalam hati dan pikiran kita, yaitu setiap orang itu spesial, termasuk diri kita. Mungkin kita sendiri nggak menyadari bahwa kelebihan dan kekurangan kita adalah hal yang membuat kita spesial, membuat kita nggak sama dengan orang lain. Kita akan menjadi bunga dengan cara kita sendiri. Kita juga akan menjadi kupu-kupu cantik yang terbang indah dengan cara kita masing-masing ‘cause everyone is perfect in different ways.

Kalau kita jatuh, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membiarkan hal itu terjadi. Anggap saja kegagalan itu merupakan salah satu kesempatan kita untuk take a rest from our routine. Tapi jangan terlalu lama larut dalam kegagalan itu ya! The next step is to make evaluation. Cari sebab-sebab kenapa kita bisa gagal. Setelah itu, pikirkan solusi yang dapat dilakukan agar kegagalan itu tidak terulang lagi. We must think out of box. Buat plan baru yang lebih dahsyat dan inovatif dari sebelumnya. Lalu buat daftar how to reach your new goal.

Sekarang, dengan semangat baru kita akan kembali melangkah dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita ada dan kita akan membuat dunia bangga akan kehadiran kita. Ingat, nggak ada satu pun manusia di dunia ini yang mempunyai hak untuk menyalahkan dan merendahkan dirinya sendiri. Dan nggak ada satu pun orang yang mempunyai hak untuk merendahkan diri kita. Kita semua punya hak untuk terus melangkah, untuk menunjukkan kualitas terbaik diri kita. Ingat bahwa kita diciptakan di dunia ini karena dunia membutuhkan kita, dan kita pasti bisa memberikan yang terbaik dan menjadi pahlawan untuk dunia ini. Believe in yourself that you will make your dreams come true ‘cause your dreams today are something that will happen tomorrow.

Mall

2010-12-11_16
Sore tadi saya pergi ke rumah teman saya yang terletak di kawasan Cibubur. Saat melewati kompleksnya, saya dibuat terpesona oleh pemandangan yang telah lama saya rindukan. Hamparan rerumputan yang hijau dengan pohon-pohon yang menjulang di kanan kiri jalan utama semakin tampak cantik dihiasi dengan bunga-bunga warna-warni.

Pemandangan ini menyadarkan saya bahwa ternyata saya jarang sekali menemui kawasan lingkungan seperti ini dalam keseharian saya. Jalanan yang saya lewati ketika berangkat ke kampus pun tidak seindah dan seasri ini. Jalanan yang saya lewati terlalu sesak dengan kendaraan bermotor yang semakin hari semakin bertambah volumenya. Bukannya dikelilingi dengan pepohonan atau tanaman, yang ada jalanan tersebut dibalut dengan asap kendaraan bermotor yang semakin membuat paru-paru sesak. Belum lagi kalau siang hari udaranya sangat panas dan gerah. Macet pun semakin menambah penderitaan di jalan raya.

Semakin hari aku semakin memperhatikan jalan raya yang kulewati. Jalanan yang seharusnya dikelilingi oleh pepohonan ternyata malah dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi, baik hotel, gedung perkantoran, maupun mall! Ya, mall! Tempat nongkrong favorit anak muda ini semakin bertambah saja dan semakin menghiasi jalanan di ibukota. Karena semakin hari pengunjung mall semakin banyak, maka tidak heran jika pembangunan mall semakin marak dilaksanakan. Padahal tanpa ditambah dengan pembangunan mall lagi saja ruang terbuka hijau di Jakarta sudah sangat sedikit, apalagi jika pembangunan mall bertambah lagi? Lama-lama bisa habis RTH di Jakarta ini. Apakah jumlah mall di Jakarta ini masih kurang banyak sehingga masih perlu ditambah lagi?