Run
Berlari merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Meningkatkan kesehatan adalah salah satu efek yang didapatkan dari kegiatan berlari pagi yang rutin dilakukan. Lari merupakan suatu kegiatan yang murah dan mudah dilakukan. Tapi tetap saja banyak orang yang tidak melakukannya. Saya salah satunya. Padahal saya sudah tahu manfaat baiknya.
Bagi saya, akibat dari berlari seperti jantung yang berdetak semakin cepat, dada yang nyut-nyutan, nafas yang pendek-pendek dalam ritme yang cepat sangatlah menyiksa saya. Belum lagi badan yang jadi pegal gara-gara lari. Hal inilah yang menyebabkan saya tidak terlalu suka berlari. Tapi ada satu kejadian yang membuat saya tersadar akan hal ini. Kecelakaan. Saya mengalami sebuah kecelakaan yang membuat kaki saya patah (saya sudah pernah menuliskan kecelakaan yang saya alami di blog ini). Gara-gara hal ini, saya jadi menyadari betapa susahnya saya berlari ketika kaki saya patah seperti ini. Dalam hati saya menyesal akan sikap saya beberapa bulan lalu ketika kaki saya masih normal, tetapi saya tidak mau memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal yang berguna seperti berlari contohnya. Kini saat saya ingin berlari, ternyata saya terhalang dengan keadaan saya yang seperti ini. Pikiran saya mulai berlari ke mana-mana, mencoba merangkum berbagai fase kehidupan yang saya alami. Dan sekali lagi saya menemukan alasan mengapa berlari itu perlu. Tidak hanya berlari pagi, tetapi juga berlari dalam kehidupan. Seperti yang kita ketahui, perkembangan dunia ini terjadi sangat cepat terutama di era globalisasi ini. Jika kita tidak memacu diri untuk 'berlari', maka bagaimana bisa kita menjadi bagian dari perkembangan dunia ini? Oleh karena itu, kita perlu memacu diri untuk berlari agar tidak ketinggalan dengan yang lain. Berlari ke arah positif memang suatu kewajiban agar dapat berhasil dalam kehidupan. Tetapi janganlah berlari dari masalah karena hal ini sangat merugikan. Tidak ada untungnya lari dari masalah. Hal itu akan menyebabkan diri kita menyalahkan keadaan, mengasihani diri sendiri, gagal bangkit, dan tidak mengalami pendewasaan. Lagipula masalah tidak akan selesai jika kita lari darinya. Masalah datang untuk diselesaikan agar bisa membuat diri kita lebih dewasa. Dalam keadaan hidup yang ditimpa banyak masalah, terkadang akan membuat kita merasa sulit untuk berlari. Sama halnya dengan berlari ketika kaki patah. Tetapi walaupun sulit, hal itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Banyak contoh orang-orang hebat yang dikenal atas prestasinya yang dapat menari dalam keadaan cacat! Meski menggunakan tongkat, orang tersebut tetap bisa menampilkan suatu tarian yang enerjik dan indah bukan main. Terbukti bahwa berlari ketika kaki patah bukanlah hal yang mustahil, dalam kasus ini lebih tepat jika disebut menari ketika kaki patah. Nah, berlari ketika kaki patah ini juga tidak mustahil jika diaplikasikan dalam kehidupan! Dengan usaha, keyakinan, dan kegigihan untuk tidak pernah menyerah pada keadaan, insya Allah kita akan terus menempa diri untuk terus berlari secara positif dalam kehidupan.. :D Powered by Telkomsel BlackBerry®


